Perang antara Rusia dan Ukraina melibatkan serangan di lokasi vital di kedua sisi. Bahkan depot minyak pemanas menjadi sasaran serangan.

Fenomena saling serang depot dapat ditelusuri hingga akhir Maret lalu. Seperti yang dilaporkan Reuters pada 27 Maret, Ukraina mengatakan Rusia telah menghancurkan fasilitas penyimpanan bahan bakar dan makanan di negaranya.

 


Rusia menginvasi Ukraina

Seperti dilansir Reuters, pada 26 Maret Rusia menembakkan dua roket ke fasilitas penyimpanan bahan bakar (BBM) di dekat kota Lviv, Ukraina. Lima orang terluka.

Ada dua serangan roket di Lviv,” kata gubernur regional Maksym Kozytsky di media sosial.

Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina Vadym Denysenko mengatakan di TV lokal bahwa Rusia membawa pasukan ke perbatasan Ukraina dan mungkin melakukan tugas baru untuk melanjutkan invasi ke Ukraina.

Tanggapan Ukraina

jawaban Ukraina. Militer negara yang dipimpin oleh Volodymyr Zelenskyy menyerang depot bahan bakar Rusia dan memulai kebakaran besar. Terletak di Belgorod, Rusia.

Seperti dilansir AFP pada 1 April, serangan di kota Belgorod adalah serangan udara Inggris pertama di Rusia sejak invasi dimulai. Serangan terhadap depot bahan bakar Rusia dilakukan oleh helikopter Ukraina. Sekitar 170 petugas pemadam kebakaran Rusia harus bekerja keras untuk menjinakkan ayam jago merah. “Sebagai akibat dari serangan udara oleh dua helikopter militer Ukraina, yang memasuki wilayah Rusia pada ketinggian yang lebih rendah, depot bahan bakar terbakar,” tulis gubernur wilayah Belgorod Vyacheslav Gladkov. di aplikasi perpesanan Telegram. Dua karyawan pabrik BBM terluka. Api besar berkobar. Peternakan tank ini milik raksasa energi Rusia Rosneft. Rusia menyerang lagi Pada malam tanggal 5 April, Rusia kembali menyerang Ukraina, sebuah depot bahan bakar di dekat kota Dnipro di bagian tengah negara itu. Untungnya tidak ada yang terluka. Malam itu mengkhawatirkan dan sulit. Musuh menyerang wilayah kita dari udara, menyerang depot dan pabrik. Sebuah depot minyak dengan bahan bakar hancur,” kata gubernur wilayah Valentin Reznichenko dalam sebuah pernyataan di media sosial. Petugas pemadam kebakaran berjuang selama delapan jam untuk memadamkan api.

Ukraina menyerang lagi?

Kabar terbaru datang dari sebuah kamp di kota Bryansk, Rusia. Itu dekat dengan perbatasan Ukraina.

Seperti yang dilaporkan Reuters dan kantor berita Rusia TASS pada hari Senin (25/April 2022), kebakaran dilaporkan oleh Kementerian Situasi Darurat Rusia pada hari Senin (25 April) waktu setempat, tetapi tanpa informasi tentang urutan kronologis dari E. Sebuah pernyataan dari kantor pers pemerintah daerah Bryansk mengatakan kepada TASS bahwa sebuah tangki penyimpanan minyak di kompleks depot minyak terbakar. Kementerian Darurat telah mengkonfirmasi bahwa ada kebakaran. Ada juga konfirmasi bahwa itu adalah tangki bahan bakar (yang terbakar),” kata pemerintah wilayah Bryansk dalam sebuah pernyataan. Departemen Darurat wilayah Bryansk menambahkan bahwa mereka menerima laporan kebakaran pada dini hari Senin (25 April) sekitar pukul 02:00 waktu Moskow. Layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan dikerahkan ke tempat kejadian. Kebakaran terjadi di sebuah pabrik perusahaan pipa minyak Transeft, menurut Kementerian Situasi Darurat. Disebutkan juga bahwa belum ada perintah untuk mengevakuasi bagian tertentu dari kota berpenduduk 400.000 jiwa akibat kebakaran ini. Sejauh ini tidak ada bukti yang mengaitkan kebakaran di Bryansk dengan perang di Ukraina yang dipicu oleh invasi militer Rusia. Namun pekan lalu para pejabat Rusia melaporkan bahwa sebuah helikopter Ukraina menghantam sebuah rumah di wilayah Ukraina, melukai sedikitnya tujuh orang di daerah tersebut.

Comments to: Kian Panas Rusia Vs Ukraina Saat Depot Minyak Terus Jadi Sasaran

Your email address will not be published.