Sejumlah pekerja jasa transportasi, seperti sopir taksi dan ojek pangkalan, mencari nafkah setelah pemerintah mengeluarkan keputusan yang mengizinkan orang untuk mengejar rumah pada tahun 2022.

Sarana transportasi seperti pesawat, bus dan kereta api tentu saja dibanjiri permintaan tiket. Yang tak kurang dari cipratan ongkos Lebaran bagi para ojek maupun ojek.

Sulaiman, 44 tahun, tukang ojek yang sudah lebih dari lima tahun tinggal di pintu masuk stasiun Senen mengungkapkan, arus balik Lebaran 2022 sangat mempengaruhi pendapatannya.

Pada 2020 dan 2021, Sulaiman hanya menerima pendapatan Rp 50.000 selama musim Idul Fitri. Pada hari biasa penghasilannya berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000 di tempat yang sama.

Sangat mempengaruhi mudik, lebaran bisa dapat uang hingga 800.000 rupiah saat arus balik tergantung dibawa kemana. Kalau tidak boleh pulang, seharian hanya dapat Rp50.000 di sini,” kata Sulaiman, Minggu di Stasiun Pasar Senan, Jakarta (8/5), dikutip Antara.

Peningkatan pendapatan yang signifikan ini tidak hanya terjadi pada Salomo. Ia mendapatkan penghasilan tukang ojek pangkalan lainnya rata-rata 400.000 bus Rp 500.000 per hari selama musim Lebaran.

Puncaknya sejauh ini adalah Senin, malam ini jam 12 kereta terakhir berangkat. Alhamdulillah kebahagiaan perjalanan pulang tertumpah,” ujarnya.

Pendapatan sopir taksi meningkat
Hal yang sama terjadi pada Panji, 38, salah satu sopir taksi Blue Bird yang biasa menginap di Stasiun Pasar Senen. Banner mengakui arus balik Lebaran 2022 berdampak signifikan terhadap pendapatannya.

Panji bersyukur dengan kebijakan mudik tahun ini dibandingkan tahun lalu, karena kini pendapatannya meningkat hingga 60 persen.

Kadang Rp 850.000,- bahkan sampai Rp 1 juta kalau arusnya seperti itu,” kata Panji, Minggu (5/8) di Stasiun Pasar Senan Jakarta, dikutip Antara.

Tahun lalu, Panji mengakui absennya penumpang saat arus balik. Ia pun memanfaatkan musim Lebaran secara optimal untuk menimbun bahan makanan.

Alhamdullilah saya lelah tapi saya akan melakukannya,” katanya.

Puncak refluks di stasiun Pasar Senen diperkirakan terjadi pada Minggu (8 Mei). Menurut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, 40.900 penumpang akan tiba, tersebar di Gambir (14.900), Pasar Senen (15.200), Stasiun Bekasi (4.200), Stasiun Jatinegara (3.800) dan 2.800 lebih banyak stasiun kedatangan Penumpang di Stasiun Cikampek dan Stasiun Jakarta Kota.

Comments to: Cerita Ojek Pangkalan di Pasar Senen Kebanjiran Order Pemudik, Omzet Naik Drastis

Your email address will not be published.